Spritualitas Guru PAK


SPRITUALITAS GURU PAK
Spiritualitas - Tischler (2002) mengatakan bahwa spiritualitas mirip atau dengan suatu cara, berhubungan dengan emosi atau perilaku dan sikap tertentu dari seorang individu. Menjadi seorang yang spiritual berarti menjadi seorang yang terbuka, memberi, dan penuh kasih.
          Spiritualitas dapat diekspresikan dalam kehidupan sehari-hari di tempat dimana seorang Guru PAK mengabdi dan mendidik anak didiknya.
Spiritualitas definisi dari Tischler (2002)  yaitu spiritualitas sebagai suatu hal yang berhubungan dengan perilaku atau sikap tertentu dari seorang individu, menjadi seorangyang spiritual berarti menjadi seorang yang terbuka, memberi, dan penuh kasih.
            Dari pegertian di atas dapat dijelaskan disini bahwa spritualitas Guru PAK harus lebih berbeda jauh terhadap Anak didik, spritualitasnya seorang Guru PAK harus berbeda dan ditingkatkan yaitu dengan cara yang di temukan disini.
a.    Pertama:
Memiliki dedikasi kecintaan kepada profesinya dengan memiliki pasokan energy yang berlimpah dalam segala hal yang dapat menghambatnya.
b.    Memiliki sifat yang Melayani
c.    Selalu bersedia untuk berkorban dalam menjanlakan tugas sebagai Guru PAK
d.    Selalu ingin memberi yang terbaik
e.     Lebih didengar oleh anak didiknya
f.     Anak didik merasa aman dan tentram bersama guru yang disayanginya
g.    Anak didik berusaha memberikan imbalan terbaik kapan saja mereka mau.
Kompetensi Guru PAK  yang didapat dari Spiritualitas yang Berkembang Tischler (2002) mengemukakan terdapat empat kompetensi yang didapat dari spiritualitas yang berkembang, yaitu :
  1. Kesadaran Pribadi (personal awareness), yaitu bagaimana seseorang  mengatur dirinya sendiri, self-awareness, emotional self-awareness, penilaian diri yang positif, harga diri, mandiri, dukungan diri, kompetensi waktu, aktualisasi diri
  2. Keterampilan Pribadi (personal skills), yaitu mampu bersikap mandiri, fleksibel, mudah beradaptasi, menunjukkan performa kerja yang baik
  3. Kesadaran Sosial (social awareness), yaitu menunjukkan sikap sosial yang positif, empati, altruism
  4. Keterampilan Sosial (social skills) yaitu memiliki hubungan yang baik dengan teman kerja dan atasan, menunjukkan sikap terbuka terhadap orang lain (menerima orang baru), mampu bekerja sama, pengenalan yang baik terhadap nilai positif, baik dalam menanggapi kritikanvaS eseorang dengan spiritualitas yang berkembang akan memiliki komponen-komponen di atas.
Setelah diuraikan beberapa kompetensi yang didapat dari spiritualitas yang berkembang, selanjutnya akan diuraikan faktor-faktor yang berhubungan dengan spiritualitas.
Faktor yang berhubungan dengan spiritualitas Dyson dalam Young (2007) menjelaskan tiga faktor yang berhubungan dengan spiritualitas, yaitu:
  1. Diri sendiri
Jiwa seseorang dan daya jiwa merupakan hal yang fundamental dalam eksplorasi atau penyelidikan spiritualitas
  1. Sesama
Hubungan seseorang dengan sesama sama pentingnya dengan diri sendiri. Kebutuhan untuk menjadi anggota masyarakat dan saling keterhubungan telah lama diakui sebagai bagian pokok pengalaman manusiawi
  1. Tuhan
Pemahaman tentang Tuhan dan hubungan manusia dengan Tuhan secara tradisional dipahami dalam kerangka hidup keagamaan. Akan tetapi, dewasa ini telah dikembangkan secara lebih luas dan tidak terbatas. Tuhan dipahami sebagai daya yang menyatukan, prinsip hidup atau hakikat hidup.



=================== Lakiek silip SE========================

Komentar